BIROKRASI SEBAGAI INSTRUMEN POLITIK PETAHANA; KASUS PILKADA DI LEBONG DAN BANTEN
Main Article Content
Abstract
Birokrasi di Indonesia masih kental dengan stigma negatif di masyarakat, utamanya terkait proses rumit dan panjang. Dari perspektif budaya birokrasi Indonesia masuk dalam kategori birokrasi patrimonial, yakni rekrutmen pejabat dilakukan atas dasar kriteria pribadi, jabatan disalahgunakan untuk mengumpulkan kekayaan dan keuntungan pribadi, para pejabat mengontrol fungsi politik dan administrasi, serta setiap tindakan mereka didasarkan pada hubungan pribadi dan politik. Potret Birokrasi tersebut berlaku di semua tingkat pemerintahan mulai dari pusat hingga daerah. Terkait dengan politik, birokrasi di daerah memiliki kecenderungan dimanfaatkan untuk kepentingan politik, utamanya dalam konteks Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Ada cukup banyak contoh kasus politisasi birokrasi pada kontestasi politik di tingkat lokal, baik di tingkat Kabupaten/Kota maupun Provinsi. Penelitian ini dilakukan untuk menguji sejauh mana keterlibatan birokrasi dalam urusan politik dengan mengambil studi kasus di Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu dan Provinsi Banten. Penelitian ini menggunaan metode kualitatif. Dari hasil penelitian ini ditemukan kesamaan antara kasus politisasi birokrasi di Lebong dan Banten, yakni birokrasi menjadi alat politik yang populer untuk dimanfaatkan petahana guna mempertahankan dan memperluas kekuasaannya di pemerintahan daerah. Pola hubungan yang terbangun bukan berdasarkan profesionalisme dan prestasi kerja, melainkan cenderung pada hubungan patrimonial atau hubungan personal. Semakin dekat birokrat pada kepala daerah, maka kesempatan untuk naik jabatan dan akumulasi kesejahteraan semakin tinggi. Sebaliknya, semakin jauh hubungan birokrat dengan Kepala Daerah maka perjalanan karirnya di birokrasi akan berjalan biasa saja, lambat mengalami peningkatan, atau bahkan disingkirkan oleh Kepala Daerah.
Kata Kunci : Birokrasi, Politik, Pilkada
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Budi, Moh. Waspa Kusuma. (2014). Menegakkan Netralitas Birokrasi Pemerintah Daerah dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Tahun 2014. Makalah ini disampaikan pada Seminar Nasional Dies Natalis ke 30 Universitas Terbuka Tanggal 23 Oktober 2014 di Universitas Terbuka Covention Center (UTCC), Pondok Cabe Tangerang Selatan.
Budiarjo, Miriam. (2008). Dasar-Dasar Ilmu Politik, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Creswell, J. W. (1994). Research Design Qualitative and Quantitative Approaches. London: Sage Publications.
Down, Anthony. (1968) Okonomische Theprie der Demokratie, engl: An Economic Theory of Democracy 1957, New York: Tubingen.
Gunanto, Djoni. (2020). Politisasi Birokrasi Dalam Pelaksanaan Pilkada di Indonesia, Jurnal Independen, Volume 1 Nomor 2 Oktober.
Hamid, Abdul. (2011). Politisasi Birokrasi dalam Pilkada Banten 2006, Jurnal Ilmu Administrasi Negara, Volume 11, Nomor 2, Juli.
Machmud, Muhammad Eka. (2015). Transaksi dalam Teori Exchange Behaviorism George Caspar Homansns, Jurnal Iqtishadia, Volume 8, Nomor 2, September 2015.
Moleong, Lexy J. (2007). Metodelogi Penelitian Kualitatif (edisi revisi). Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Mulyadi, Mohammad. (2016). Metode Penelitian Praktis: Kuantitaif dan Kualitatif. Jakarta: Publica Institute.
Pengeran Rio Muda, “Rekaman 1 Money Politik Terstruktur Melalui BLHKP Lebong”, lihat https://www.youtube.com/watch?v=JOUN1o9qIfw, diakses pada 9 Juni 2022.
Putusan Mahkamah Konstitusi RI Nomor 82/PHP.BUP-XIV/2016, hal.24.
Ritzer, George & Douglas J. Goodman. (2012). Teori Sosiologi Modern Edisi Revisi, Yogyakarta: Kreasi Wacana.
Rmolbengkulu.com, http://www.rmolbengkulu.com/read/2018/03/16/7245/121-Pejabat-Eselon-II,-III-Dan-IV-Lebong-Dimutasi,-Ini-Daftarnya-, diakses pada 9 Juni 2022.
Romli, Lili. (2007) Potret Otonomi Daerah dan Wakil Rakyat di Tingkat Lokal. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sarwono, Jonathan. (2006). Metode Penelitian Kuantitataif dan Kualitatif. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Saryono. (2010). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Alfabeta.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suripto. (2016). Analisis Penyelesaian Sengketa atau Konflik Politik. Jurnal Politikologi Institute Pemerintahan Dalam Negeri, Volume 3, Nomor 1, Oktober.
Thoha, Miftah. (2010). Birokrasi dan Politik di Indonesia. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Wahyudi, Lutfi. (2018). Politisasi Birokrasi Lokal dalam Pemilihan Kepala Daerah Secara Langsung, dalam Jurnal Paradigma, Vol. 7 No. 3, Desember.